EARTHIANOS – Candi Ta Prohm merupakan salah satu destinasi wisata paling ikonik di Kamboja yang menawarkan perpaduan luar biasa antara sejarah, arsitektur kuno, dan keindahan alam. Berbeda dengan candi-candi lain di kawasan Angkor yang telah direstorasi secara menyeluruh, Ta Prohm justru dipertahankan dalam kondisi mendekati aslinya, dengan akar-akar pohon raksasa yang menjalar dan membelit bangunan batu berusia ratusan tahun. Pemandangan inilah yang menjadikan Ta Prohm tampak unik, misterius, sekaligus menawan bagi wisatawan dari seluruh dunia.
Terletak di kompleks Angkor, dekat kota Siem Reap, Candi Ta Prohm sering disebut sebagai “candi yang ditelan hutan”. Julukan tersebut bukan tanpa alasan, karena pohon-pohon besar seperti spung dan beringin tumbuh menyatu dengan struktur candi, menciptakan suasana dramatis yang jarang ditemukan di situs bersejarah lainnya.
Sejarah Singkat Candi Ta Prohm
Candi Ta Prohm dibangun pada akhir abad ke-12 hingga awal abad ke-13 oleh Raja Jayavarman VII, salah satu penguasa terbesar Kerajaan Khmer. Awalnya, candi ini didedikasikan sebagai biara dan pusat pendidikan agama Buddha Mahayana. Nama aslinya adalah Rajavihara, yang berarti “biara kerajaan”.

Pada masa kejayaannya, Ta Prohm merupakan kompleks besar yang dihuni oleh ribuan biksu, pendeta, serta pelayan. Prasasti kuno menyebutkan bahwa candi ini dikelilingi oleh desa-desa yang mendukung kehidupan religius di dalamnya. Namun, seiring runtuhnya Kerajaan Khmer dan ditinggalkannya kawasan Angkor, Ta Prohm perlahan-lahan dikuasai oleh alam.
Keunikan Arsitektur yang Berpadu dengan Alam
Keindahan utama Ta Prohm terletak pada perpaduan arsitektur batu dengan akar pohon raksasa. Akar-akar tersebut tumbuh di atas atap, dinding, dan lorong candi, seolah menjadi bagian dari struktur bangunan. Beberapa akar bahkan berfungsi seperti penopang alami, menahan batu-batu agar tidak runtuh.
Berjalan di antara lorong-lorong sempit Ta Prohm memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan mengunjungi candi lain. Cahaya matahari yang menembus celah dedaunan, bayangan akar pohon di dinding batu, serta suasana sunyi menciptakan nuansa mistis dan magis. Banyak wisatawan merasa seakan-akan sedang menjelajahi dunia yang terhenti oleh waktu.
Alasan Ta Prohm Dibiarkan dalam Kondisi Alami
Saat upaya restorasi kawasan Angkor dilakukan, Ta Prohm sengaja dibiarkan dalam kondisi semi-reruntuhan. Keputusan ini diambil untuk menunjukkan bagaimana alam mampu merebut kembali bangunan buatan manusia. Meskipun beberapa bagian diperkuat demi keselamatan, sebagian besar struktur tetap mempertahankan tampilan “ditelan hutan”.
Pendekatan ini justru membuat Ta Prohm menjadi salah satu situs paling fotogenik dan berkesan di Angkor. Wisatawan dapat melihat langsung bagaimana pohon dan batu saling bersaing sekaligus berdampingan selama ratusan tahun.
Daya Tarik Wisata Candi Ta Prohm
Ta Prohm memiliki banyak daya tarik yang membuatnya selalu ramai dikunjungi:
- Akar Pohon Raksasa Pohon spung dan beringin dengan akar menjalar menjadi ikon utama candi ini. Akar-akar tersebut menciptakan pemandangan dramatis yang sulit dilupakan.
- Suasana Mistis dan Tenang Meski populer, Ta Prohm tetap memberikan kesan tenang, terutama di pagi hari. Suara langkah kaki dan hembusan angin menambah kesan sakral.
- Nilai Sejarah Tinggi Sebagai bagian dari kompleks Angkor yang diakui UNESCO, Ta Prohm menyimpan nilai sejarah dan budaya yang sangat penting bagi Kamboja.
- Lokasi Ikonik Film Ta Prohm semakin terkenal setelah menjadi lokasi syuting film Tomb Raider yang dibintangi Angelina Jolie. Hal ini menarik minat wisatawan yang ingin melihat langsung lokasi film tersebut.
Pengalaman Menjelajahi Ta Prohm
Mengunjungi Ta Prohm bukan sekadar berjalan-jalan, melainkan sebuah pengalaman eksplorasi. Lorong-lorong sempit, pintu batu yang runtuh, dan halaman dalam yang dikelilingi pepohonan membuat wisatawan merasa seperti penjelajah yang menemukan reruntuhan kuno tersembunyi.
Setiap sudut candi menawarkan perspektif berbeda. Ada area yang terbuka dengan cahaya terang, ada pula bagian yang gelap dan tertutup akar pohon. Kontras inilah yang membuat perjalanan menyusuri Ta Prohm terasa sangat berkesan.
Tips Berkunjung ke Candi Ta Prohm
Agar kunjungan lebih nyaman dan maksimal, ada beberapa tips yang bisa diperhatikan:
- Datang pagi hari untuk menghindari keramaian dan cuaca panas.
- Gunakan alas kaki yang nyaman, karena jalur di dalam candi tidak rata.
- Patuhi aturan konservasi, jangan memanjat bangunan atau menyentuh akar pohon.
- Bawa air minum, terutama saat berkunjung di musim kemarau.
- Siapkan kamera, karena hampir setiap sudut Ta Prohm layak diabadikan.
Makna Filosofis Ta Prohm
Ta Prohm sering dianggap sebagai simbol hubungan antara manusia dan alam. Reruntuhan candi yang dibelit akar pohon seolah mengingatkan bahwa sehebat apa pun peradaban manusia, alam tetap memiliki kekuatan untuk mengambil alih. Namun, alih-alih menghancurkan, alam justru menciptakan keindahan baru yang menakjubkan. Bagi banyak pengunjung, Ta Prohm bukan hanya objek wisata, melainkan tempat untuk merenung dan mengagumi perjalanan waktu.
Wisata Candi Ta Prohm di Kamboja menawarkan pengalaman yang unik dan tak terlupakan. Keindahan reruntuhan yang dibalut akar pohon raksasa menjadikan candi ini berbeda dari situs bersejarah lainnya. Perpaduan antara arsitektur kuno, kekuatan alam, dan suasana mistis menciptakan daya tarik yang memikat wisatawan dari berbagai penjuru dunia.
Bagi siapa pun yang berkunjung ke Kamboja, Ta Prohm adalah destinasi wajib yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga memperkaya pemahaman tentang sejarah, budaya, dan hubungan manusia dengan alam.
Baca Juga : Berbagai Lokasi Dengan Taman Laut Terindah


