Indonesia kembali menorehkan tinta emas di kancah pariwisata internasional. Desa Wisata Wukirsari, yang terletak di Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, secara resmi dinobatkan sebagai salah satu Desa Wisata Terbaik Dunia (Best Tourism Village) tahun 2024 oleh UN Tourism (Organisasi Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa). Penghargaan bergengsi ini diumumkan di Cartagena de Indias, Kolombia, menempatkan Wukirsari di antara 55 desa wisata terbaik global yang dinilai unggul dalam pelestarian budaya, komitmen lingkungan, serta pariwisata berkelanjutan.
Berjarak sekitar 17 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta atau dapat ditempuh dalam waktu sekitar 30 hingga 40 menit berkendara, Wukirsari menawarkan pengalaman wisata autentik yang memadukan keindahan alam pedesaan, warisan sejarah, serta luhurnya tradisi Jawa.
Pusat Batik Tulis Klasik Giriloyo
Salah satu daya tarik utama dan ikon paling kuat dari Desa Wisata Wukirsari adalah Sentra Batik Tulis Klasik Giriloyo. Tradisi membatik di tempat ini bukanlah sekadar komoditas wisata, melainkan warisan leluhur turun-temurun yang telah hidup sejak tahun 1634.
Kawasan Giriloyo dihuni oleh ratusan perajin batik tulis yang sebagian besar adalah perempuan. Di sini, wisatawan dari berbagai penjuru dunia dapat mengikuti program edu-tourism atau wisata edukasi. Pengunjung tidak hanya melihat keindahan sehelai kain batik, tetapi juga belajar langsung cara mencanting, memahami filosofi setiap motif klasik khas Mataraman, hingga mencoba proses pewarnaan alami menggunakan bahan-bahan tradisional.
Tradisi Tatah Sungging Wayang Kulit
Selain batik, Wukirsari juga dikenal sebagai pusat pelestarian seni tatah sungging wayang kulit. Di dusun-dusun tertentu seperti Pucung, para perajin lokal mendedikasikan keahlian mereka untuk memahat lembaran kulit sapi atau kerbau menjadi tokoh-tokoh pewayangan yang sarat detail estetika tinggi. Proses pembuatan wayang kulit ini dilakukan secara manual dengan ketelitian tingkat tinggi. Wisatawan dapat menyaksikan langsung bagaimana selembar kulit ditatah berpola rumit hingga diberi pewarnaan emas dan cat artistik yang memukau.
Destinasi Wisata Religi dan Sejarah
Letak geografis Wukirsari yang berada di perbukitan turut memperkaya lanskap wisatanya dengan nilai historis yang kuat. Desa ini berada di dekat Kompleks Makam Raja-Raja Mataram Islam di Imogiri. Kompleks makam ini merupakan situs ziarah penting yang menyimpan nilai sakral bagi masyarakat Jawa, di mana raja-raja dari Kesultanan Mataram serta tokoh-tokoh penting dimakamkan. Kehadiran situs sejarah ini menjadikan Wukirsari sebagai destinasi favorit bagi pelancong yang ingin mendalami sejarah nusantara dan wisata spiritual.
Konsep Pemberdayaan Masyarakat dan Keberlanjutan
Keberhasilan Wukirsari menyabet gelar internasional dari PBB tidak lepas dari tata kelola desa yang berbasis pemberdayaan masyarakat (community-based tourism). Pengelola desa wisata yang berkolaborasi erat dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Pemerintah lokal, dan warga setempat, berhasil menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Segala potensi mulai dari kerajinan tangan, kesenian lokal seperti gejog lesung (musik tradisional lesung penumbuk padi), kuliner khas pedesaan, hingga penginapan rakyat (homestay) dikelola secara kolektif. Hal ini memastikan bahwa denyut pariwisata di Wukirsari berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi warga lokal.
Pesona Alam dan Daya Tarik Pendukung
Selain kaya akan warisan budaya tak benda (intangible cultural heritage), Wukirsari memanjakan mata pengunjung melalui lanskap alam pedesaan yang asri. Hamparan sawah hijau, aliran sungai yang jernih, serta suasana perbukitan yang sejuk memberikan ketenangan bagi siapa saja yang ingin sejenak lepas dari hiruk-pikuk perkotaan.
Dengan predikat sebagai Desa Wisata Terbaik Dunia, Desa Wisata Wukirsari kini menjadi simbol kebanggaan nasional. Wukirsari membuktikan bahwa kelestarian tradisi lokal, ketekunan para perajin tradisional. Komitmen terhadap kelestarian lingkungan mampu membawa kearifan lokal Indonesia berdiri tegap di panggung global.
Baca Juga : Menikmati Sunset Eksotis di Kawasan Taman Wisata Perairan Laut Sawu Nusa Tenggara Timur


