Mengenal Gunung Gasherbrum II: Puncak Tertinggi ke-13 di Dunia

Mengenal Gunung Gasherbrum II: Puncak Tertinggi ke-13 di Dunia

EARTHIANOS Gunung Gasherbrum II adalah salah satu gunung tertinggi di dunia yang sering kali menjadi sasaran pendakian bagi para pendaki profesional. Terletak di kawasan Karakoram, perbatasan antara Pakistan dan Tiongkok. Gunung Gasherbrum II memiliki ketinggian mencapai 8.035 meter di atas permukaan laut, menjadikannya sebagai puncak tertinggi ke-13 di dunia. Meskipun tidak sepopuler Gunung Everest atau K2, Gasherbrum II memiliki daya tarik tersendiri berkat tantangan dan keindahan alam yang dimilikinya.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai Gunung Gasherbrum II. Dari sejarah pendakian pertama, tantangan yang dihadapi pendaki, hingga ekosistem yang ada di sekitar gunung tersebut. Simak terus untuk mengenal lebih jauh tentang salah satu gunung tertinggi dan paling menantang di dunia ini.

Lokasi dan Geografi Gasherbrum II

Gasherbrum II terletak di pegunungan Karakoram, yang terkenal dengan keindahan dan ketajaman puncaknya yang menantang. Gunung ini adalah bagian dari rangkaian Gasherbrum, yang terdiri dari sejumlah puncak tinggi yang terletak di wilayah Gilgit-Baltistan, Pakistan. Gunung Gasherbrum II berdiri di sebelah utara Gasherbrum I, puncak utama yang memiliki ketinggian sedikit lebih tinggi (8.080 meter). Gasherbrum II menjadi pilihan populer bagi pendaki yang ingin mencoba mendaki gunung setinggi 8.000 meter tanpa harus menghadapi tantangan ekstrem seperti yang ada di puncak-puncak yang lebih terkenal seperti K2 atau Annapurna.

Gasherbrum II terletak di dekat kawasan Baltoro Glacier, yang menjadi salah satu jalur pendakian utama menuju puncak-puncak Karakoram. Wilayah ini sangat terpencil, dengan medan yang sulit dijangkau. Karena letaknya yang berada di perbatasan antara Pakistan dan Tiongkok, jalur pendakian ke Gasherbrum II melalui Pakistan menjadi rute yang paling banyak digunakan oleh pendaki internasional.

Sejarah Pendakian Gunung Gasherbrum II

Pendakian pertama Gunung Gasherbrum II dilakukan pada tahun 1956 oleh tim ekspedisi asal Austria yang dipimpin oleh Fritz Moravec. Tim tersebut berhasil mencapai puncak pada 7 Juli 1956, meskipun harus menghadapi tantangan besar. Seperti kondisi cuaca ekstrem dan medan yang sangat sulit. Pendakian pertama ini merupakan pencapaian besar karena Gasherbrum II adalah salah satu puncak pertama yang berhasil didaki oleh manusia setelah Everest dan K2.

Sejak pendakian pertama, Gasherbrum II telah menjadi tujuan banyak pendaki dari berbagai belahan dunia. Meskipun tidak setenar K2 atau Annapurna, Gunung Gasherbrum II memiliki daya tarik tersendiri. Karena medan yang lebih terjangkau dibandingkan dengan puncak-puncak lain di Karakoram. Meskipun demikian, Gunung Gasherbrum II tetap merupakan tantangan besar yang membutuhkan persiapan matang dan keterampilan pendakian yang sangat baik.

Tantangan Pendakian Gasherbrum II

Pendakian Gunung Gasherbrum II bukanlah perjalanan yang mudah. Meskipun ketinggiannya tidak mencapai level ekstrem seperti Gunung Everest, Gasherbrum II tetap menghadirkan banyak tantangan teknis yang membuatnya menjadi salah satu puncak yang sulit didaki di dunia. Berikut adalah beberapa tantangan utama yang harus dihadapi oleh pendaki:

  1. Ketinggian dan Akklimatisasi Dengan ketinggian 8.035 meter di atas permukaan laut, Gunung Gasherbrum II masuk dalam kategori “Eight-thousanders”, yaitu gunung-gunung yang memiliki ketinggian lebih dari 8.000 meter. Pada ketinggian ini, oksigen di udara sangat tipis, dan pendaki harus melalui proses akklimatisasi yang hati-hati untuk mencegah penyakit ketinggian seperti edema paru atau otak. Proses akklimatisasi yang buruk dapat mengancam keselamatan pendaki, sehingga persiapan fisik dan mental sangat penting sebelum memulai perjalanan.
  2. Cuaca Ekstrem Karakoram terkenal dengan cuacanya yang tidak dapat diprediksi. Angin kencang, salju lebat, dan suhu ekstrem dapat menjadi hambatan besar bagi pendaki. Pada musim dingin, suhu di puncak Gasherbrum II bisa turun hingga -40 derajat Celsius, dan salju lebat dapat menutup jalur pendakian. Hal ini mengharuskan para pendaki untuk memiliki perlengkapan cuaca ekstrem yang lengkap dan kesiapan mental untuk menghadapi kondisi yang tidak stabil.
  3. Medan yang Berat Medan pendakian Gunung Gasherbrum II sangat berat. Pendaki harus melintasi gletser yang licin dan penuh retakan, serta medan berbatu yang terjal. Pendaki juga akan menghadapi beberapa bagian jalur yang membutuhkan keterampilan teknis dalam memanjat dinding es dan batu. Gletser Baltoro yang besar dan medan berbatu yang terjal menambah tantangan fisik dan teknis selama pendakian.
  4. Keamanan dan Jalur Pendakian Meskipun Gunung Gasherbrum II adalah tujuan populer bagi pendaki berpengalaman, jalur pendakian menuju puncaknya masih terbilang berisiko. Pendaki harus memiliki tim yang terlatih dan berpengalaman, serta peralatan pendakian yang lengkap, termasuk tali, paku es, dan perlengkapan keselamatan lainnya. Pengetahuan mengenai teknik pendakian gunung dan penanganan situasi darurat sangat penting di medan seperti ini.

Ekosistem di Sekitar Gunung Gasherbrum II

Karakoram adalah wilayah yang sangat terpencil dan memiliki ekosistem yang unik. Meskipun wilayah ini terkenal dengan kondisi alam yang keras, kawasan sekitar Gasherbrum II memiliki keanekaragaman hayati yang cukup kaya. Meskipun terbatas pada beberapa spesies yang dapat bertahan hidup di ketinggian ekstrem. Di bawah ketinggian 3.000 meter, pendaki akan menemui hutan pinus dan beberapa spesies tanaman alpine. Sementara itu, flora dan fauna yang dapat ditemukan di kawasan sekitar Gasherbrum II. Meliputi serangga, mamalia kecil, dan beberapa spesies burung yang lebih tahan terhadap cuaca ekstrem.

Selain itu, gasherbrum II berada di kawasan yang dilalui oleh berbagai jalur migrasi hewan, dan para pendaki kadang dapat melihat berbagai jenis satwa liar seperti yaks dan kuda liar yang dipelihara oleh penduduk setempat. Kehidupan di sekitar kaki gunung sebagian besar tergantung pada penggembalaan ternak dan kegiatan pertanian yang sangat terbatas oleh iklim yang keras.

Kesimpulan

Gunung Gasherbrum II adalah salah satu puncak tertinggi di dunia yang menawarkan tantangan berat bagi pendaki yang ingin menguji kemampuan mereka di gunung dengan ketinggian lebih dari 8.000 meter. Dengan medan yang berat, cuaca yang ekstrem, dan risiko kesehatan yang terkait dengan ketinggian. Pendakian Gasherbrum II bukan untuk sembarang orang. Namun, bagi mereka yang cukup berani dan berpengalaman. Pencapaian puncak Gasherbrum II adalah salah satu pengalaman mendaki yang paling memuaskan di dunia.

Baca Juga : Kemegahan Gunung Etna sebagai Warisan Alam Dunia yang Mendunia