Menemukan Petualangan Penuh Makna di Goa Jatijajar

Menemukan Petualangan Penuh Makna di Goa Jatijajar

EARTHIANOS – Dulu, berwisata mungkin dianggap sebagai kegiatan liburan yang hanya bisa dinikmati kalangan atas. Namun sekarang stigma tersebut telah berubah. Kini, siapa saja bisa berwisata kemana saja dan kapan saja. Ada begitu banyak destinasi wisata di Indonesia yang semuanya menawarkan pesonanya masing-masing. Namun jika Anda ingin destinasi wisata yang lebih unik dan sedikit lebih menantang maka tidak ada salahnya untuk memilih berwisata ke objek wisata alam. Banyak cara untuk mengagumi ciptaan Tuhan, salah satunya dengan mengunjungi objek wisata alam. Keindahan objek wisata alam biasanya terbentuk dengan sendirinya, sebagai anugerah dari Yang Maha Kuasa. Salah satu keindahan yang bisa Anda sambangi sekarang juga adalah Goa Jatijajar yang berlokasi di Kebumen.

Rasa takjub yang dibalut dengan rasa syukur akan otomatis terucap ketika mengunjungi goa ini. Tak masalah meski harus berjalan cukup jauh saat menyusuri anak tangga. Sebab, keindahan di dalam goa ini tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata saja. Namun memang sebaiknya persiapkan fisik Anda terlebih dahulu jika Anda berencana berkunjung ke Goa ini. Berjalan jauh dan menyusuri anak tangga bisa menjadi kegiatan yang cukup melelahkan terutama bagi yang tidak terbiasa dengan kegiatan outdoor.

Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional

Tiket masuk untuk menjelajahi Goa Jatijajar terbilang cukup terjangkau. Pengunjung cukup membayar Rp5.500 – Rp12.500 untuk masuk ke dalam goa ini. Untuk anak-anak (Di Bawah 5 Tahun) dikenakan tiket masuk sebesar Rp5.500. sedangkan pengunjung dewasa dikenakan tiket masuk sebesar Rp12.500. Goa ini beroperasi setiap hari mulai pukul 07.30 hingga 16.00. disarankan untuk Anda berkunjung di pagi hari sebelum matahari benar-benar menyengat. Sehingga Anda bisa kembali dan mengakhiri sesi eksplorasi di sore hari saat matahari akan mulai terbenam.

Daya Tarik Goa Jatijajar

Destinasi wisata goa ini sudah dijamin memiliki berbagai daya tarik untuk memanjakan pengunjung. Selain keindahan goa, sejarah, dan diorama yang unik menjadi pesona tak terelakkan dari goa ini. Berikut ini adalah daya tarik lainnya dari wisata di goa ini:

Terbentuk dari Proses Alam

Goa Jatijajar merupakan situs geologi di Kebumen yang terbentuk dari proses alam. Goa ini terbentuk dari batu kapur dengan panjang kurang lebih 200 meter. Menurut sejarah, goa ini pertama kali ditemukan oleh seorang petani. Konon, saat sedang mencari rumput, petani tersebut tidak sengaja terjatuh ke dalam sebuah lubang. Dan tidak disangka, lubang tempat petani tersebut terjatuh merupakan langit-langit goa. Goa ini sendiri berasal dari pohon jati yang tumbuh sejajar dengan mulut goa.

Uniknya Patung Dinosaurus Sebagai Simbol

Setelah membeli tiket, pengunjung akan memasuki area wisata goa. Dalam perjalanan menuju goa, wisatawan akan disambut oleh patung dinosaurus. Mulut patung dinosaurus ini terbuka dan menyemburkan air dengan deras. Banyak pengunjung anak-anak yang sangat menyukai patung dinosaurus ini.

Patung dinosaurus tersebut dibuat sebagai simbol yang menunjukkan bahwa goa ini sudah sangat tua. Meski berbentuk dinosaurus, patung ini tidak menyeramkan sama sekali. Pengunjung memanfaatkan tempat ini untuk bermain air sekaligus menjadi spot berfoto.

Air yang menyembur dari mulut patung dinosaurus ini memiliki beberapa fungsi. Pertama sebagai tempat bermain bagi pengunjung. Sedangkan fungsi keduanya yaitu sebagai pengairan sawah warga sekitar goa.

Berpetualang di Perut Bumi

Goa Jatijajar juga kerap disebut sebagai spot berpetualang di perut bumi. Hal ini tak lepas dari jarak goa yang mencapai 250 meter. Goa ini memiliki tinggi rata-rata 12 meter dengan lebar 15 meter. Sungguh menakjubkan jika melihat kemegahan tingginya ini.

Dengan struktur seperti itu, goa ini tergolong cukup menantang untuk dijelajahi pengunjung. Namun tidak perlu khawatir karena tempat ini sudah sangat mudah diakses. Apalagi, jalan setapak di dalam goa sudah dibeton dan dilengkapi dengan penerangan. Jadi tak diperlukan keahlian dan perlengkapan khusus untuk menelusuri goa ini.

Adanya Diorama di Dalam Goa Jatijajar

Menurut cerita masyarakat setempat, Goa Jatijajar diduga sebagai tempat Raden Kamandaka bersemedi. Kisah Raden Kamandaka kemudian dikenal sebagai legenda Lutung Kasarung. Di dalam goa terdapat diorama yang menggambarkan legenda Lutung Kasarung.

Di dalam goa ini terdapat 8 diorama. Diorama tersebut diwujudkan dengan 32 arca. Semua arca di dalam goa tersebut tersebar dari pintu masuk hingga pintu keluar. Di dalam goa ini juga sudah ditata sedemikian rupa dengan berbagai ornamen. Terdapat jalan beton, tangga, bahkan lampu yang digunakan untuk penerangan. Meski begitu, hal tersebut tidak mengurangi keaslian nuansa alami goa ini.

Pesona Stalaktit dan Stalagmit Goa Jatijajar

Selain diorama, di dalam goa ini terdapat hal lain yang tak kalah menarik yaitu stalaktit dan stalagmit yang menghiasi seisi goa. Stalaktit dan stalagmit merupakan batuan alam yang terbentuk di dalam goa.

Batuan tersebut terbentuk dari endapan air hujan yang bereaksi dengan batu kapur. Bentuk stalagmitnya muncul dari bawah ke arah atas. Sementara stalaktitnya menggantung dari atas goa ke arah bawah. Perpaduan keduanya kerap kali membentuk pemandangan yang unik. Gumpalan yang terkadang berwarna putih ini tampak seperti salju dari kejauhan. Keindahan alam seperti ini sayang untuk dilewatkan begitu saja tanpa menjadikannya sebagai latar belakang foto. Tak heran jika banyak pengunjung yang mengabadikan momen mereka didalam gua dengan berpotret disekitar stalaktit dan stalagmit.

Adanya Sungai yang Mengalir di Bawah Tanah

Selain diorama di atas, ada satu hal menarik lagi di Goa Jatijajar yaitu sungainya. Di dalam goa ini terdapat sungai bawah tanah yang mengalir. Terdapat 7 sumber mata air, di mana hanya 4 sumber yang bisa dijangkau.

Keempat sumber mata air tersebut adalah Sendang Jombor, Puser Bumi, Mawar dan Kanthil. Ada 2 sumber mata air yang menjadi favorit pengunjung. Sumber mata air tersebut adalah Sendang Mawar dan Sendang Kanthil.

Air dari Sendang Mawar dan Sendang Kanthil bertemu sepanjang tahun. Pertemuan kedua air tersebut kemudian keluar melalui mulut patung dinosaurus yang ada di depan goa yamg disebutkan sebelumnya. Sementara Sendang Jombor dan Puser Bumi dibiarkan alami dengan kondisi jalan licin.

Lezatnya Kuliner Khas Goa Jatijajar

Setiap tempat selalu memiliki kuliner yang unik dan berbeda dengan yang lain. Begitu pula dengan Goa Jatijajar. Keunikan kuliner tersebut kerap menjadi salah satu alasan wisatawan untuk berkunjung. Di sekitar kawasan wisata goa, pecel menjadi kuliner khas yang nikmat untuk disantap. Yang membuat pecel di sini semakin khas adalah adanya tambahan bunga kecombrong. Harga per porsinya pun sangat bersahabat.

Fasilitas di Goa Jatijajar

Goa Jatijajar semakin diperbarui dengan berbagai fasilitas untuk mengakomodasi aktivitas pengunjung. Fasilitas tersebut antara lain toilet, tempat parkir, dan mushola. Di sana juga terdapat taman yang menambah suasana alami di sekitar goa.

Baca Juga : Wisata Gua Kreo Semarang, Menyaksikan Keindahan Alam dan Sejarah dalam Wisata Petualangan